Laman

Selasa, 03 Mei 2016

Khadijah binti Khuwailid

Kelahiran & Kehidupan Keluarga
Description: Wiki letter w.svg
Bagian ini membutuhkan pengembangan
Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad.
Pada suatu hari, saat pagi buta, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku". Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat". Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.
Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, yang pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Beliau ini, sehingga ia tidak memedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.
Khadijah yang juga seorang yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.
”Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Nabi Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliaau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Allah mengkaruniakannya 3 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, dan Fatimah.

Dalam banyak kegiatan peribadatan nabi Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu.Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan.

JASADNYA MASIH UTUH

JASADNYA MASIH UTUH, AHLI SHODAQOH SEMASA HIDUPNYA

Warga Ciomas Bogor dihebohkan dengan utuhnya Triyani binti Kartomulyo, seorang wanita ahli shadaqah yang sudah 19 tahun dikubur. Jasad dan kain kafannya masih utuh tanpa menyebarkan bau busuk, padahal papan kayu penutup makam sudah hancur menjadi tanah. Keajaiban itu terungkap saat penggalian makam almarhumah di TPU Kampung Bubulak RT 1/Rw 09, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, pada Kamis pagi (14/2/2013). Pembongkaran makam Triyani itu dilakukan anak-anak almarhumah untuk memindahkan jasad almarhumah ke Purwodadi, Jawa Tengah, disandingkan di samping makam suami almarhumah.

“Kami akan bawa jenazah ibu ke Jawa Tengah untuk dimakamkan dekat makam bapak,” kata Nanang Triyadi, anak sulung almarhumah.

Pemindahan itu sendiri dilatari oleh keadaan kompleks makam Triyani yang makin rusak tergerus air sungai Ciapus. Sebelumnya, beberapa makam sudah hanyut dan rusak.

“Rencananya memang mau dipindahkan daripada makamnya rusak,” kata Nanang Arianto (49), anak sulung almarhumah. “Kalau airnya meluap, bisa-bisa jenazahnya hanyut. Makanya sebelum makam ibu saya ikut ambrol, kita sepakat pindahin ke Purwodadi,” tambahnya.

...Ibu dermawan dan suka membagikan dagangannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Pengemis dan gelandangan, sering dikasih makan kalau lewat depan warung...

Usai digali, jenazah Triyani disemayamkan di rumah Teguh, anak keduanya, di Perum Taman Pagelaran, Jl. Cemara Blok D 3 no 29, Kelurahan Padasuka Ciomas Bogor. Spontan, rumah Teguh pun kebanjiran tamu yang ingin berkunjung dan melihat keajaiban itu dari dekat.

Di rumah ini, jenazah yang meninggal pada 20 Juni 1994 ini dibaringkan di atas tikar plastik. Tampak kain kafannya masih utuh membungkus jasad almarhumah, meski warnanya telah memudar dan bercampur tanah. Yang membuat warga takjub, pada jasad almarhumah masih menempel daging dan kulit, walau terlihat mengecil. Warga semakin heran, karena jasad ini tidak mengeluarkan bau menyengat

# Share ....

MANASIK HAJI

(SILAHKAN DI FOTOCOPY RIDHO LILLAHI TA’ALA)

MU`ALIF; KH. MUHAMAD ( AMA BATU KURUNG CIANJUR )
PENULIS; HM. SUKARNO

I.       ARI HAJI ETA AYA TILU (3) RUPI, Nyaeta;
1.      Haji Ifrod
2.      Haji Qiron
3.      Haji Tamattu

~Ari ngaran Haji Ifrod, nyaeta; mayunkeun Haji, mungkurkeun Umroh.
~Ari ngaran Haji Qiron, nyaeta; nyarengkeun Haji sareng Umroh.
~Ari ngaran Haji Tamattu, nyaeta; mayunkeun Umroh mungkurkeun Haji.

Ngan ari Haji Qiron sareng Haji Tamattu mah, eta wajib kudu mayar DAM. DAM na, DAM tarkul mikot, nyaeta; DAM na di ngaranan DAM Murotab Mukodar. Mangka DAM na wajib meuncit DOMBA hiji anu cukup di pake Qurban. lamun teu mampuh meuncit domba, atawa teu aya dombana, mangka di gantian ku puasa 10 poe, anu 3 poe puasa di mekah bari ngala Haji, anu 7 poe puasa di imah  lamun tos balik ka imah, teu kenging tuluy-tuluy.
Kajaba lamun Ihrom Haji na balik deui kana mikot anu di anggo Ihrom Umroh tadi, atawa balik deui kana mikot afaqi mana wae salian ti mikot Umroh, eta mah teu wajib DAM .

II.          ARI RUKUN HAJI ETA AYA GENEP (6) RUPI, Nyaeta;

1.      Ihrom, yakni; niat. pokna “ NAWAETUL HAJJA WA AHROMTU BIHI “
2.      Wukuf di ‘Arafah yakni; cicing di ‘Arafah dina waktuna sok sanajan bari ngaliwat
3.      Thowaf, nyaeta; ngurilingan Ka`bah 7 balikan anu yakin .
4.      Sa`i, nyaeta; leumpang (lari kecil) di antara bukit Shafa jeung Marwah 7 balikan anu yakin.
5.      Di Cukur, nyaeta; ngagunting rambut paling sa-eutik 3 lembar
6.      Tartib fi ma`domil arkan. (tegesna tartib tina gegedena rukun )
-          Kayaning; mayunkeun Ihrom, mungkurkeun anu opat, nyaeta: Wukuf di A’rafah, Thowaf, Sa’i, Di Cukur.
-          Manyunkeun Wukuf di ‘Arafah, mungkurkeun anu tilu, nyaeta: Thowaf, Sa’i, Di Cukur.
-          Anapon ari anu tilumah, nyaeta: Thowaf, Sa’i, Di Cukur, etamah heunteu wajib tartib.
-          Malah ari Sa`i mah kenging di pidamel sa memeh Wukuf di ‘Arafah saba`da  Thowaf qudum..
-          Nya kitu deui Thowaf sareng di Cukur kenging midamel Di Cukur heula, tuluy Thowaf.

III.             ARI RUKUN UMROH ETA AYA LIMA (5) RUPI, Nyaeta;

1.      Ihrom, yakni niat, pok na “Nawaetul Umrota wa ahromtu biha“ seja kaula ngala Umroh sareng ngalaksanakeun Ihromna Umroh nyaeta; ngajauhan tina; paharaman–paharaman Umroh .
2.      Thowaf .
3.      Sa`i,
4.      Di cukur .
5.      Tartib dina sakabeh rukun. Kayaning mayunkeun Ihrom, sa-atosna Ihrom tuluy TThowaf, sa-atosna Thowaf tuluy Sa`i, sa-atosna Sa`i tuluy Di Cukur, tah eta teh di ngaranan tartib .
IV. ARI IHROM ETA AYA LIMA (5) RUPI, Nyaeta;
  1. Ihrom Haji, pok na “Nawaetul hajja wa ahromtu bihi“ seja kaula ngala Haji sareng ngalaksanakeun Ihromna Haji, nyaeta ngajauhan tina paharaman-paharaman Haji.
  2. Ihrom Haji Qiron, pokna “Nawaetul hajja wal umrota wa ahromtu  bihima“ seja kaula ngala Haji sareng Umroh sareng ngalaksanakeun Ihromna Haji jeung Umroh, nyaeta ngajauhan tina paharaman–paharaman Haji sareng ngajauhan tina paharaman-paharaman Umroh.
  3. Ihrom Umroh. poka “Nawaetul umrota wa ahromtu biha“ seja kaula ngala Umroh sareng ngalaksanakeun Ihromna Umroh, nyaeta; ngajauhan tina pahraman-paharaman Umroh.
  4. Ihrom Tasbih, pokna “AHROMTU KA IHROMI JAEDIN“ Ihrom kaula secara Ihromna kijaed.
  5. Ihrom Mutlak. pokna “AHROMTU IHROMAN MUTLAKON“ Ihrom kaula ku ihrom mutlak.

Ngan ari Ihrom mutlak mah dimana mana tos dugi ka tanah suci, urang ulah waka midamel Thowaf sehingga kudu di tangtukeun heula Ihrom urangna. Ima bade di jieun Ihrom Haji tuluy Thowaf  qudum, saba`da Thowaf qudum, kenging midamel Sa`i rukun Haji. atawa di pidamel Ihrom Umroh, tuluy Thowaf Umroh, Sa`i Umroh, Di Cukur Umroh tuluy tahalul.

V.    ARI WAJIB HAJI ETA AYA GENEP (6) RUPI, Nyaeta;


  1. Ihrom tina mikot. Jadi dimana-mana Ihrom tos ngalangkung tina mikot, mangka sah Ihromna jadi Hajina ngan wajib mayar DAM. ku sabab tinggal kana kawajiban Haji. DAM na, DAM tarkul mikot, nyaeta; DAM na di ngaranan DAM Murotab Mukodar. Mangka DAM na wajib meuncit DOMBA hiji anu cukup di pake Qurban. lamun teu mampuh meuncit domba, atawa teu aya dombana, mangka di gantian ku puasa 10 poe, anu 3 poe puasa di mekah bari ngala Haji, anu 7 poe puasa di imah  lamun tos balik ka imah, teu kenging tuluy-tuluy.
  2. Nginap di Muzdalifah dina wengian lebaran. Jadi dimana-mana heunte ngawengi di Muzdalifah dina wengian lebaran, mangka syah Ihromna, jadi Hajina, ngan wajib kudu mayar Dam kusabab tinggal kana kewajiban haji. Dam na dam Tarofuh bi tarkil wujub, mangka Dam na dingaranan Dam Muhoyar Mukodar.
  3. Ngabalang zumrotul aqobah dina wengian atawa poean lebaran. Jadi dimana-mana heunte Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah dina wengian atawa poean lebaran, mangka syah Ihromna, jadi Hajina, ngan wajib kudu mayar Dam, kusasab tinggal kana kewajiban haji. Ngan dimana-mana heunteu kaburu Ngabalang Zumrotul ‘Aqobqh dina wengian lebaran/atawa poean lebaran, mangka eta meunang Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah dipidamel dina wengian atawa poean tasrek ka 1, tasrek ka 2, tasrek ka 3, bari eta teh hukumannana Ada lain Qodo.
  4. Nginap di Mina, dina wengian tasrek ka 1, tasrek ka 2, tasrek ka 3, lamun nafarna nafar sani. atawa dina wengian tasrek ka 1, tasrek ka 2, lamun nafarna nafar awal.
  5. Ngabalang zumroh anu tilu, nyaeta;            1. zumrotul ula,
2. zumrotul  wusto,
3. zumrotul a`qobah
Dina poean tasrek ka 1, tasrek ka 2, tasrek ka 3, lamun nafarna nafar sani, atawa dina poean tasrek ka 1, tasrek ka 2, lamun nafarna nafar awal .
6.      Ngaraksa tina paharaman–paharaman Ihrom.



Ari paharaman-paharaman ihrom eta aya sapuluh (10) rupi, Nyaeta;

  1. Haram nganggo anu nyarung pikeun lalaki, haram nganggo sarung tangan pikeun awewe .
  2. Haram nutup sirah pikeun lalaki, haram nutup beungeut pikeun awewe.
  3. Haram nganggo seuseungitan pikeun lalaki jeung awewe.
  4. Haram nganggo lisah, lisah naon bae kana rambut, rambut naon bae pikeun lalaki jeung awewe.
  5. Haram ngaganggu buburonan pikeun lalaki jeung awewe.
  6. Haram akad nikah  pikeun lalaki jeung awewe.
  7. Haram zima pikeun lalaki jeung awewe.
  8. Haram mukodimah zima pikeun lalaki jeung awewe.
  9. Haram ngilangkeun rambut pikeun lalaki jeung awewe.
  10. Haram ngilangkeun kuku pikeun lalaki jeung awewe.

-          Jadi di mana-mana urang ninggalkeun kana kawajiban Haji salah sahijina, atawa urang keur Ihrom ngarumpak kana salah sahiji paharaman-paharaman Ihrom, mangka sah Ihromna, jadi Hajina ngan wajib mayar DAM .
-          Kajaba ku ZIMA, etamah batal Ihromna teu jadi Hajina ngan wajib kudu di sampurnakeun Ihromna, sareng wajib di kodoan dina tahun hareup, sareng deui wajib mayar DAM, nyaeta DAM na di ngaranan “DAM MUROTAB MU`ADAL” .
-          Ari hartina murotab; ditartibkeun, nyaeta; ulah waka midamel Dam anu ka 2, ka3, ka 4, lamun mampu midamel anu ka 1, jeung kitu keneh saterasna.
-          Ari hartina mu`adal; di bandingkeun/disaruakaeun. anu ka 1, ka 2, ka 3, ka 4.
-          Mangka DAM na wajib meuncit Onta 1. Lamun teu mampuh meuncit onta atawa teu aya onta na, mangka di gantian ku meuncit Sapi 1, jeung saterasna meuncit Domba 7, teras ku beas sahargaeun Hiji Onta, teras kupuasa sabing-bilangan beas sa Mud sa poe

VI. ARI WAJIBNA THOWAF ETA AYA SAPULUH (10) RUPI, Nyaeta;

1.      Kudu nutupan aurat
2.      Kudu Suci tina najis
3.      Kudu Suci tina hadast leutik jeung hadast gede
4.      Kudu ngencakeun ka`bah
5.      Kudu 7 kurilingan anu yakin
6.      Kudu ngawitan tina ajar aswad, kayaning tak-tak kenca teh kudu lempeng  kana hajar aswad
7.      Kudu jeroeun masjidil haram
8.      Kudu niat Thowaf, lamun Thowafna lain Thowaf haji, lain Thowaf umroh, missal; T. qudum, T. wida,T. sunat
9.      Kudu luareun ka`bah, luareun sadarwan, luareun hijir ismail
10.  Ulah aya shorif. (anu mengokeun tina Thowaf)

VII. ARI WAJIBNA SA`I ETA AYA LIMA (5) RUPI, Nyaeta;

1.      Kudu ngawitan tina shafa
2.      Nga-akhirkeun di marwah
3.      Kudu 7 balikan anu yakin
4.      Heunteu kaluar tina pangsa`ian
5.      Kudu tos Thowaf anu syah



VIII. WAKTU-WAKTU DINA MANASIK HAJI, Nyaeta;
1.      Ari waktuna Ihrom Haji, nyaeta; ngawitan tanggal 1 bulan syawal nepika tanggal 9 bulan haji. Jadi lilana waktu Ihrom haji teh, 2 bulan 9 poe.
2.      Ari waktuna Wukuf di ‘Arafah, nyaeta; ngawitan mengok panon poe, tanggal 9 bulan haji nepika bijil pajar tanggal 10 bulan haji. Jadi lilana waktu Wukuf di ‘Arafah teh satengah poe sapeuting.
3.      Ari waktuna Nginep di Mudzalifah teh, ngawitan tengah peuting tanggal 10 bulan Haji nepika bijil fajar tanggal 10 bulan Haji. Jadi lilana waktu Nginep di Mudzalifah teh setengah peuting.
4.      Ari waktuna Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah, nyaeta; ngawitan tengah peuting tanggal 10 bulan Haji nepika surup panon poe tanggal 10 bulan Haji. Jadi lilana waktu Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah teh satengah peuting sapoe. Ngan dimana-mana heunteu kaburu Ngabalang Zumrotul ‘Aqobqh dina wengian lebaran/atawa poean lebaran, mangka eta meunang Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah dipidamel dina wengian atawa poean tasrek ka 1, tasrek ka 2, tasrek ka 3, bari eta teh hukumannana Ada lain Qodo.
5.      Ari waktuna Nginep di Mina, ngawitan surup panon poe tanggal 10 bulan Haji nepi ka bijil pajar tanggal 11 bulan Haji. Nya kitu deui anu tasrek ka 1, tasrek ka 2, tasrek ka 3, lamun nafarna nafar sani.
6.      Ari waktuna Thowaf Ifadoh, nyaeta; ngawitan bubar di ‘Arafah, nepika satutup umur urang.
7.      Ari waktuna Dicukur, ngawitan bubar di ‘Arafah nepika satutup umur.
8.      Ari waktuna Sa`i teh nyaeta; ngawitan saba`da Thowaf Ifadoh, lamun can dipidamel saba`da Thowaf Qudum, nepika satutup umur urang.
9.      Ari wajibna Wukuf di ‘Arafah, nyaeta; sakadar cicing di ‘Arafah dina waktuna, sanajan bari ngaliwat.
10.  Ari wajibna Nginep di Muzdalifah, nyaeta; sakadar cicing di Muzdalifah dina waktuna sanajan bari ngaliwat.
11.  Ari wajibana Nginep di Mina, nyaeta; satengah peuting leuwih (ma`domil lail) atawa 6 jam leuwih, tina tiap-tiap weungian tasrek.

IX. ARI PELAKSANAAN RUKUN HAJI Jeng WAJIB HAJINA, Nyaeta;
Ngawitan Ihrom dimiqot, nyaeta, Niat, pokna;“NAWAETUL HAJJA WA AHROMTU BIHI ALLOHUMA YASIR HU LI WATAQOBAL HU MINNI “, sa-atosna ngalakukeun Ihrom tuluy berangkat katanah haram, sa-atosna berangkat katanah haram, tuluy muru ka Masjidil Harram, tuluy Thowaf Qudum lamun Ihromna Ihrom Haji, atawa Thowaf Umroh lamun Ihromna Ihrom Umroh.
Dihukumanana Thowaf Qudum eta wajib kasakur-sakur jalmi anu katanah haram, lain wajib Haji. Saba`da Thowaf Qudum, meunang Sa`i rukun Haji atawa tong waka Sa`i nunggu bae waktu Wukuf di ‘Arafah. Dimana geus datang waktu Wukuf di ‘Arafah, tuluy ka padang ‘Arafah. Atawa saba`da Thowaf jeung Sa`i, tuluy nuju ka-‘Arafah, bubar ti ‘Arafah tuluy ka Muzdalifah, saba`da di Muzdalifah tuluy Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah. Tuluy Thowaf Ifadoh jeung Sa`i na tuluy Dicukur. Jeung dimana-mana geus migawe 2 diantara tina anu 3 mangka eta dingaranan THAHALUL AWAL, dimana-mana geus migawe tiluanana, mangka eta dingaranan THAHALUL SANI.
Anu tilu teh nyaeta; 1. Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah, 2. Thowaf jeung Sa`i na, 3. Dicukur
Tahalul awal teh kayaning;
~Dimana-mana migawe;         1. Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah
2. Thowaf jeung Sa`i na
~Dimana-mana migawe;         1. Ngabalang Zumrotul ‘Aqobah
2. Dicukur


Minggu, 29 November 2015